Tujuan Dakwah

Tujuan Dakwah
Tujuan Dakwah
 
PENDAHULUAN 
Pada dasarnya, setiap perbuatan pasti didasarkan dengan adanya sebuah motivasi ataupun tujuan tertentu. Tanpa adanya tujuan, maka suatu aktivitas yang dikerjakan akan menjadi hampa tidak bermakna. Misalnya saja, ketika kita meminum segelas air putih. Jika ketika kita meminum air tersebut motivasinya hanya untuk menghilangkan dahaga, maka hal itu tak seberapa terasa. Namun, bila hal itu kita lakukan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW misalnya, segelas air putih itu kita minum dengan tujuan untuk menyegarkan berbuka puasa, maka subhanallah, akan terasa nikmat yang tiada tara. Begitu pentingnya tujuan, hingga sangat beralasan jika dalam ilmu ushul fikih kita mengenal sebuah kaidah yang berbunyi, Al-umuru bimaqashidiha: segala sesuatu itu tergantung pada tujuannya.
 
Mengetahui tujuan dakwah adalah penting dan mempunyai dampak positif, yaitu mendorong kepada para da’i untuk lebih berperan aktif dan semangat dalam memperkaya materi dakwah. Di samping itu, ia mempunyai pilihan alternatif cara atau strategi apa yang akan dipergunakan untuk menyampaikan dakwahnya itu kepada masyarakat luas.
Adapun tujuan dakwah akan pemakalah sajikan dalam bab pembahasan berikut penjelasan-penjelasannya. Dan sebelum sampai kepada inti akan pemakalah terangkan terlebih dahulu definisi dari dakwah itu sendiri. Semoga dapat memberi manfaat kepada kita semua.  

PEMBAHASAN 
1. Definisi Dakwah
 
Dari segi bahasa (etimologi), dakwah dapat berarti memanggil, mengundang, mengajak, menyeru, mendorong ataupun memohon. Sementara dalam pengertian istilah (syara’), telah dikemukakan oleh beberapa pakar keilmuan, di antaranya:
 
a. Syaikh Muhammad Ash-Shawwaf mengatakan, “Dakwah adalah risalah langit yang diturunkn ke bumi, berupa hidayah Sang Khaliq kepada makhluk, yakni din dan jalan-Nya yang lurus yang sengaja dipilih-Nya dan dijadikan sebagai jalan satu-satunya untuk bisa selamat kembali kepada-Nya.”
 
b. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menyimpulkan bahwa, “Dakwah adalah ajakan kepada agama Allah, mengikuti petunjuk-Nya, mencari keputusan hukum (tahkim) kepada metode-Nya di bumi, mengesakan-Nya dalam beribadah, meminta pertolongan dan ketaatan, melepaskan diri dari semua Thaghut yang ditaati selain Allah, membenarkan apa yang dibenarkan Allah, memandang bathil apa yang dipandang bathil oleh Allah, amar ma’ruf nahi munkar dan jihad di jalan Allah. Secara ringkas, ia adalah ajakan murni paripurna kepada Islam, tidak tercemar dan tidak pula terbagi.”
 
c. Dakwah menurut H. M. Arifin, M. Ed. mengandung pengertian sebagai suatu ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain, baik secara individual maupun secara kelompok, agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan, serta pengamalan terhadap ajaran agama sebagai message yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan.
 
d. Sementara itu, Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengatakan, “Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna baik terhadap pribadi maupun masyarakat.”
Meskipun berbagai definisi dijelaskan oleh para pakar keilmuan, namun pada intinya dakwah merupakan sebuah upaya dan kegiatan baik dalam wujud ucapan maupun perbuatan, yang mengandung ajakan atau seruan kepada orang lain untuk mengetahui, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
 
Dengan demikian, dakwah bukanlah terbatas pada penjelasan dan penyampaian semata, namun juga menyentuh aspek pembinaan dan takwin (pembentukan) pribadi, keluarga, dan masyarakat Islam.

2. Tujuan Dakwah
 
Proses penyelenggaraan dakwah dilaksanakan dalam rangka mencapai nilai tertentu. Tujuan dakwah adalah nilai tertentu yang diharapkan dapat diperoleh dengan jalan melakukan aktifitas dan realisasi dakwah tersebut.
 
Berikut adalah tujuan dakwah menurut para cendekiawan muslim:
 
a. Muhammad Natsir mengemukakan bahwa tujuan dakwah adalah:
1). Memanggil manusia kepada syari’at untuk memecahkan persoalan hidup, baik persoalan hidup perorangan ataupun rumah tangga, berjamaah, bermasyarakat, bersuku-suku, berbangsa-bangsa dan bernegara.
 
2). Memanggil manusia kepada fungsi hidup sebagai hamba Allah Swt di muka bumi, menjadi pelopor, pengawas, pemakmur, pembesar kedamaian bagi umat manusia.
 
3). Memanggil manusia kepada tujuan hidup yang hakiki yaitu menyembah Allah Swt. sebagai satu-satunya zat Pencipta.
 
b.Dr. Mawardi Bachtiar berpendapat bahwa tujuan dakwah adalah mencapai masyarakat yang adil dan makmur serta mendapat ridha Allah Swt.
 
c. Prof. H.M. Arifin menjelaskan tujuan dakwah untuk menumbuhkan pengertian, kesadaran, penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang disampaikan oleh pelaksana dakwah atau penerang agama.
 
d. Prof. Toha Yahya Umar, M.A. menjelaskan bahwa tujuan dakwah adalah untuk menobatkan benih hidayah dalam meluruskan i’tiqad, memperbanyak amal secara terus-menerus, membersihkan jiwa dan menolak syubhat agama.
 
e. M. Syafaat Habib mengemukakan tujuan dakwah adalah berupaya untuk melahirkan dan membentuk pribadi atau masyarakat yang berakhlak atau bermoral Islam.
 
f. Syech Ali Mahfudz berpendapat bahwa tujuan dakwah adalah mendorong manusia untuk menerapkan perintah agama dan meninggalkan larangan-Nya supaya manusia mampu mewujudkan kehidupan bahagia di dunia dan di akhirat.
 
g. Didin Hafiduddin menegaskan tujuan dakwah adalah untuk mengubah masyarakat sebagai sasaran dakwah ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera lahiriah maupun bathiniah.
 
h. Dalam hal tujuan dakwah Asmuni Syukii membagi tujuan dakwah ke dalam dua bagian yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
 
a). Tujuan Umum (mayor objektive)
Tujuan umum dakwah adalah mengajak ummat manusia meliputi orang mukmin maupun orang kafir atau musyrik kepada jalan yang benar dan diridhai Allah Swt. agar mau menerima ajaran Islam dan mengamalkannya dalam dataran kenyataan kehidupan sehari-hari, baik yang bersangkutan dengan masalah pribadi, maupun sosial kemasyarakatan agar mendapat kehidupan di dunia dan di akhirat.
 
b). Tujuan Khusus (minor objektive)
Tujuan khusus dakwah merupakan perumusan tujuan sebagai perincian dari tujuan umum dakwah. Tujuan ini di maksudkan agar dalam pelaksanaan aktifitas dakwah dapat di ketahui arahnya secara jelas, maupun jenis kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa berdakwah dan media apa yang dipergunakan agar tidak terjadi miss komunikasi antara da’i dengan mad’u (mitra dakwah) yang hanya di sebabkan karena masih umumnya tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu tujuan umum masih perlu diterjemahkan atau di klasifikasi lagi menjadi tujuan khusus, sehingga lebih memperjelas maksud kandungan tujuan khusus tersebut adalah:
- Mengajak umat manusia yang sudah memeluk agama Islam untuk selalu meningkatkan taqwanya kepada Allah Swt. Artinya mereka diharapkan agar senantiasa mengerjakan segala perintah Allah Swt, dan selalu mencegah atau meninggalkan perkara yang dilarangnya seperti yang terkandung dalam al-Qur’an surat al- Maidah ayat 2:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
 
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

- Membina mental agama Islam bagi mereka yang masih mengkwatirkan tentang keislaman dan keimanannya (orang mukallaf), seperi yang terdapat dalam Q.S. al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
 
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

- Mengajar dan mendidik anak agar tidak menyimpang dari fitrahnya. Tujuan ini didasarkan pada al-Qur’an surat ar-Ruum ayat 30:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Tujuan diadakannya dakwah tidak lain adalah untuk menumbuhkan pengertian, kesadaran, penghayatan, dan pengenalan terhadap ajaran agama yang dibawa oleh para juru dakwah. Juga untuk mempertemukan kembali fitrah manusia dengan agama, atau menyadarkan manusia tentang perlunya bertauhid  dan mau mengamalkan ajaran Islam, serta berperilaku baik (memiliki akqhlaqul karimah). Inilah kiranya yang hendak dicapai dalam dakwah Islamiyah.
 
Tujuan dakwah adalah menjadikan manusia muslim mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan menyebarluaskan kepada masyarakat yang mula-mula apatis terhadap Islam menjadi orang yang suka rela menerimanya sebagai petunjuk aktivitas duniawi dan ukhrawi.
 
Jadi inti dari tujuan yang ingin dicapai dalam proses pelaksanaan dakwah adalah keridhaan Allah SWT. Di mana obyek dakwah tidak hanya terbatas kepada umat Islam saja, tetapi semua manusia bahkan untuk semua alam.
 
Sementara secara umum, dakwah bertujuan untuk memanggil manusia kembali pada syariat atau hukum-hukum agama, supaya dapat mengatur dirinya sesuai dengan ketentuan agama. Di sini, agama bukan sekedar satu sistem kepercayaan saja, tetapi didalamnya terdapat multisistem untuk mengatur kehidupan manusia, baik dalam garis vertikal dengan Allah SWT, maupun yang berupa garis horizontal dengan manusia dan lingkungannya.
 
Terhadap tujuan ini, penyampaian dakwah lebih dititikberatkan pada upaya memberikan gambaran sejelas mungkin tentang bagaimana konsep Islam mengatur kehidupan manusia. Bahkan dari hal-hal kecil seperti buang hajat, keluar rumah bahkan bercermin sekalipun, diatur sedemiakian rupa dengan rangkaian doa serta adab-adabnya. Sehingga hal-hal yang tampak sepele dalam pandangan manusia tersebut, justru akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
 
Dakwah juga bertujuan untuk mempertegas fungsi hidup manusia di muka bumi ini, yang tidak lain adalah untuk mengabdi dan menyembah Allah semata,  sebagaimana tertulis dalam al-Qur’an: Qs. Adz- Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
 
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Menyembah Allah SWT, berarti memusatkan penyembahan kepada Allah semata, dengan menjalani dan mengatur segala segi dan aspek kehidupan di dunia ini, lahir dan batin, sesuai dengan kehendak Ilahi, baik sebagai orang perseorangan dalam hubungan dengan Sang Khaliq, atupun sebagai anggota masyarakat dalam hubungannya dengan sesama manusia.

Dengan kata lain, semua kegiatan seorang hamba, baik yang berupa ibadah terhadap Ilahi ataupun yang berupa mua’malah (amal perbuatan terhadap sesama manusia), semuanya itu dilakukan dalam rangka persembahannya kepada Allah SWT, dan semata-mata demi mengharap keridhaan dari-Nya.

Fitrah adalah ciptaan Ilahi. Sebagaimana wahyu adalah tuntutan Ilahi guna keselamatan dan kemajuan pertumbuhan fitrah manusia. Tugas dakwah adalah mempertemukan fitrah dengan wahyu, berdasarkan keterangan yang nyata tanpa adanya pemaksaan kehendak.
Terhadap tujuan ini, menuntut semua pelaku dakwah untuk dapat menyampaikan ajaran Islam, supaya obyek dakwah mengetahui secara tepat dan benar tentang hak-hak dan kewajiban manusia kepada Allah SWT, maupun terhadap sesama. Kemudian mendorong mereka untuk melaksanakan fungsinya sebagai pengabdi, dalam rangka untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Dalam hal ini, para pelaku dakwah juga menyampaikan pesan dakwahnya untuk membentengi masyarakat agar tidak terjebak oleh pola kehidupan yang menyimpang dari agama, karena hal tersebut akan menambah semakin jauhnya manusia dari kebenaran agamanya sendiri.

Di samping itu, dalam mencapai tujuan dakwah sebagaimana tersebut di atas, salah satu faktor penting untuk mempercepat tercapainya dakwah adalah keteladanan dari pribadi sang da’i itu sendiri.  Hal itu dikuatkan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim  sebagai berikut:

َعَنِ اِبْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ اَلصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى اَلْبِرِّ وَإِنَّ اَلْبِرَّ يَهْدِي إِلَى اَلْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ اَلرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى اَلصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اَللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ اَلْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى اَلْفُجُورِ وَإِنَّ اَلْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى اَلنَّارِ وَمَا يَزَالُ اَلرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى اَلْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اَللَّهِ كَذَّابًا )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: Dari Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh dengan kebenaran ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar. Jauhkanlah dirimu dari bohong karena bohong akan menuntun kepada kedurhakaan dan durhaka itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersungguh-sungguh dengan kebohongan ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat pembohong." Muttafaq Alaihi. 

KESIMPULAN 
Meskipun definisi tentang tujuan dakwah bervariasi, namun pada hakekatnya dakwah Islam merupakan aktualisasi iman yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia beriman, dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara teratur, untuk mempengaruhi cara merasa, berpikir, bersikap dan bertindak manusia pada dataran kenyataan individual serta kultural dalam rangka kehidupan manusia, dengan menggunakan cara tertentu.
 
Dengan demikian, dari semua tujuan - tujuan tersebut di atas, merupakan penunjang daripada tujuan akhir aktifitas dakwah. Tujuan akhir aktifitas dakwah adalah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan manusia lahir dan bathin di dunia dan di akhirat nanti.
 
DAFTAR PUSTAKA

Bahri, An-Nabiry Fathul, Meniti Jalan Dakwah Bekal Perjuangan Para Da’i, Jakarta: Amzah, 2008.
 
http://abdain.wordpress.com/2010/01/18/makna-dan-tujuan-dakwah/
 
http://id.wikipedia.org/wiki/Dakwah
 
http://adheecreative.blogdetik.com/2009/06/06/tujuan-dakwah-dalam-islam/comment-page-1/

No comments

Powered by Blogger.