Tingkat Kehidupan Mental Manusia

Tingkat Kehidupan Mental Manusia
Tingkat Kehidupan Mental Manusia
 
Alam Tidak Sadar

Alam tidak sadar menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan maupun insting yang tidak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan dan tindakan kita. Ala sadar merupakan penjelasan makna yang ada di balik mimpi, kesalahan ucap dan berbagai jenis lupa yang dikenal sebagai represi. Mimpi adalah sumber yang kaya akan materi alam tidak sadar.
 
Freud menganalogikan dengan seorang penjaga atau sensor yang menghalang-halangi jalan yang menghubungkan alam bawah sadar dan mencegah agar kenangan yang tidak diinginkan dan memicu kecemasan tidak bisa masuk ke kesadaran. Agar bisa masuk ke tingkat alam sadar, maka gambaran tidak sadar ini harus berubah wujud agar bisa menyelinap masuk ke sensor pertama dan kemudian gambaran tersebut harus bisa menerobos sensor akhir yang menjaga jalan alam bawah sadar dan alam bawah sadar. Ketika ingatan-ingatan tersebut masuk ke dalam alam sadar kita, kita tak lagi mengenali mereka seperti apa adanya.
 
Semua poses tidak sadar terebut muncul dari represi pengalaman masa kanak-kanak. Freud meyakini bahwa sebagian dari alam tidak sadar kita berasal dari pengalman-pengalaman nenek moyang kita yang diwariskan dari generasi ke generasi lewat proses pengulangan. Ia menyebut waisan gambaran tidak sadar tersebut sebagai peninggalan filogenesis.
 
Alam Bawah Sadar
 
Teori Freud tentang alam bawah sadar, kemudian, adalah sangat deterministik-fakta yang, mengingat sifat ilmu pengetahuan abad kesembilan belas, tidak mengherankan. Freud dikatakan sebagai pemikir pertama yang menerapkan prinsip-prinsip deterministik sistematis pada bidang yang mental, dan berpendapat bahwa spektrum yang luas dari perilaku manusia dijelaskan hanya dari segi (biasanya tersembunyi) proses mental atau negara bagian yang menentukan itu. Jadi, bukannya merawat perilaku neurotik sebagai kausal dijelaskan-yang telah menjadi pendekatan yang berlaku selama berabad-abad-Freud bersikeras, sebaliknya, pada memperlakukannya sebagai perilaku yang itu berarti untuk mencari penjelasan dengan mencari penyebab di segi kondisi mental dari individu yang bersangkutan. Maka makna yang dihubungkan dengan slip lidah atau pena, perilaku obsesif dan impian-semua, dia memegang, ditentukan oleh sebab-sebab tersembunyi dalam pikiran orang tersebut, dan sehingga mereka mengungkapkan dalam bentuk rahasia apa yang akan tidak akan diketahui sama sekali. Hal ini menunjukkan pandangan bahwa kebebasan kehendak adalah, jika tidak benar-benar sebuah ilusi, tentu lebih erat terbatas daripada yang umum diyakini, karena mengikuti dari ini bahwa setiap kali kita membuat pilihan kita diatur oleh proses-proses mental tersembunyi yang kita tidak menyadari dan di mana kami tidak mempunyai kendali.
 
Isi alam bawah sadar ini datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar. Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera masuk ke dalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian beralih ke pemikiran lain. Pikira yang dapat keluar masuk alam bawah sadar dan alam sadar, umumnya adalah pikiran-pikiran yang bebasi kecemasan.
 
Sumber kedua dari gambaran-gamabaran bawah sadar adalah alam tidak sadar. Freud yakin bahwa pikiran bisa menyelinap dari sensor yang ketat dan masuk ke alam bawah sadar dalam bentuk yang tersembunyi. Beberapa dari gambaran-gambaran tersebut datang dari alam tidak sadar, maka kita akan merasa semakin cemas, sehingga sensor akhir pun bekerja untuk menekan gambaran yang memicu kecemasan tersebut dan mendorongnya kembali ke alam tidak sadar. Sedangkan sejumlah gambaran lain tidak sadar bisa masuk ke alam sadar karena bersembunyi dengan baik dalam bentuk mempi, salah ucap ataupun dalam bentuk pertahanan diri yang kuat.
 
Dalil bahwa ada hal-hal seperti keadaan mental sadar sama sekali merupakan fungsi langsung dari determinisme Freud, alasan di sini yang hanya bahwa prinsip kausalitas mensyaratkan bahwa kondisi mental seperti itu harus ada, karena terbukti bahwa ada sering ada dalam sadar pikiran yang dapat dikatakan menyebabkan perilaku neurotik atau lainnya. Suatu kejadian tidak sadar proses mental atau, untuk Freud, bukan satu yang hanya terjadi untuk keluar dari kesadaran pada saat tertentu, tetapi agak satu yang tidak bisa, kecuali melalui psikoanalisis berlarut-larut, dibawa ke permukaan kesadaran. The postulasi seperti keadaan mental bawah sadar memerlukan, tentu saja, bahwa pikiran adalah tidak, dan tidak dapat, baik diidentifikasi dengan kesadaran, atau objek kesadaran. Untuk menerapkan analogi yang banyak digunakan, agak struktural mirip dengan gunung es, sebagian besar tergeletak di bawah permukaan, menanamkan pengaruh yang dinamis dan menentukan pada bagian yang setuju untuk langsung inspeksi pikiran sadar.
 
Alam Sadar
 
Alam sadar yang memainkan pera ak berarti dalam teori psikoanalisis, didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang langsung bisa kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar bisa masuk ke alam sadar. Pintu pertama adalah melalui sistem kedaran perseptual yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi kita tentang stimulus dari luar. Dengan kata lain, hal-hal yang kita rasakan melalui indra dan tidak dianggap mengancam, masuk ke dalam alam sadar.
 
Sumber kedua bagi elemen sadar ini datang dari dalam struktur mental dan mencakup gagasan-gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun gambaran-gambaran yang membuat cemas tetapi terselubung dengan rapi yang berasal dari tidak sadar. Seperti dijelaskan sebelumnya, gambaran tidak sadar dapat lolos masuk ke alam bawah sadar karena bersembunyi sebagai elemen-elemen yang tidak berbahaya sehingga mampu menembus sensor pertama.

No comments

Powered by Blogger.