Seputar Tentang Teori Religi

Seputar Tentang Teori Religi
 
Seputar Tentang Teori Religi
Seperti kita ketahui bersama bahwa perhatian ilmu  antropologi sangatlah besar mengenai religi. Religi itu sendiri adalah segala system perbuatan manusia untuk mencapai maksud dengan cara menyandarkan diri pada kekuasaan “sesuatu” (roh-roh nenek moyang, dewa-dewa, Tuhan dsb.) yang diagungkan. Religi dipandang penting oleh para ilmuwan, khususnya di bidang sosial karena dipandang mampu menghasilkan suatu kebudayaan bila bicara mengenai konteks ritualnya dan segala aturan yang memola kehidupan pemeluknya. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, mengapa manusia melakukan berbagai cara atau hal-hal yang beraneka warna bentuknya untuk mencari hubungan dengan kekuatan-kekuatan yang mereka anggap mampu “menggerakan” alam, telah menjadi obyek penelitian para ilmuwan sejak lama, dan akhirnya muncullah berbagai macam teori mengenai asal mula munculnya religi di bumi ini. Namun bila diringkas, ada 6 teori terpenting mengenai asal mula munculnya religi, yaitu:
 
1. Teori faham jiwa dari E.B. TYLOR yang mengatakan bahwa kelakuan manusia yang bersifat religi itu terjadi karena manusia mulai faham akan faham jiwa. Kesadaran faham jiwa itu meliputi dua aspek penting, yaitu:
 
1). Perbedaan antara manusia yang hidup dan yang mati, kemanakah mereka pergi? Mengapa manusia bisa bergerak dan mengapa bisa tidak bergerak (saat mati)? Pertanyaan- pertanyaan itu yang membuat manusia sadar bahwa disamping tubuh jasmaniah kita, ada sesuatu yang menggerakkan, yang disebut jiwa(soul).
 
2). Dalam mimpinya, manusia melihat tubuhnya sedang berjalan di tempat lain dari pada tempatnya tidur. Yang akhirnya manusia bisa membedakan antara tubuh jasmaniahnya ang ada di tempatnya tidur waktu itu dan bagian tubuh lainnya yang sedang berjalan di tempat lain dalam mimpinya. Dari situ bisa ditarik kesimpulan, bahwa jiwa bisa hidup mandiri dan bisa meninggalkan tubuh pada saat-saat tertentu, seperti pada saat tidur atau pingsan, namun menurut E.B. TYLOR pada saat manusia tidur ataupun pingsan, jiwa masih berhubungan dengan tubuh manusia, kecuali pada saat manusia itu meninggal dunia. Jiwa dan tubuhnya sudah berpisah dan terputus hubungannya secara permanen, sehingga jiwa-jiwa yang lepas dari tubuh ini merdeka dan mengisi seluruh alam ini dan oleh E.B. TYLOR, jiwa-jiwa yang merdeka ini sudah tidak bisa disebut lagisoul namun disebut  spirit. Dari sinilah akhirnya manusia memercayai adanya roh-roh halus yang dapat menjaga mereka sewaktu-waktu dari kejadian apapun yang menimpa mereka, teruatama roh-roh halus dari garis nenek moyang mereka sendiri. 
 
2. Teori batas akal yang disampaikan oleh J.G. FRAZER, bahwa manusia memecahkan semua persoalan dalam hidupnya dengan menggunakan akal dan system pengetahuan mereka, namun menurutnya akal dan system pengetahuan manusia itu ada batasnya, makin maju sebuah kebudayaan manusia, makin luas batas akal itu. Akhirnya soal-soal hidup yang tidak dapat dipecahkan oleh manusia dengan segala keterbatasannya itu membawa manusia kepada magic atau biasa kita sebut dengan ilmu gaib untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.Magic menurut Frazer adalah segala perbuatan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan menggunakan kekuatan alam dan segala sesuatu yang ada di belakangnya. Namun menurut Frazer, pada waktu itu sebagian besar kegiatan magic tersebut tidak berhasil, dan akhirnya manusia mulai percaya pada alam yang dihuni oleh makhluk- makhluk halus yang lebih berkuasa dari mereka dan mereka anggap punya kekuatan untuk mengatur alam, maka dari sinilah timbul religi.
 
3. Teori masa krisis dalam hidup individu yang dikemukakan oleh A. VAN GENNEP dan M. CRAWLEY. Mereka berpendapat bahwa dalam jangka waktu hidupnya, manusia mengalami masa krisis yang menjadi obyek perhatiannya dan amat sering manakutinya. Krisis-krisis itu berbentuk bencana alam, atau musibah lain seperti sakit dan maut yang notabene tidak bisa mereka tangani sendiri dengan menggunakan system pengetahuan yang mereka punyai pada waktu itu, yang akhirnya membawa manusia ke arah perbuatan-perbuatan / ritual-ritual yang mereka anggap dapat mendatangkan solusi untuk masalah yang dihadapinya. Ritual- ritual ini khusus ditujukan untuk “sesuatu” yang mereka anggap Maha menguasai dan mengatur segala sesuatu. Ritual-ritual itulah yang akhirnya menjadi pangkal dari religi dan bentuk-bentuk religi tertua.
 
4. Teori kekuatan luar biasa yang dikemukakan olehR.R. MARRET, yang menjelaskan bahwa pangkal dari terbentuknya religi ini adalah manusia merasa rendah terhadap hal-hal yang dianggap manusia pada waktu itu luar biasa seperti contohnya: petir, gempa bumi, gunung meletus dsb. Tempat-tempat terjadinya peristiwa itu dianggap oleh manusia dihuni oleh kekuatan-kekuatan yang melebihi kekuatan-kekuatan yang lebih dulu dikenal manusia. Menurut R.R. MARRET hal tersebut bisa disebut the Supernatural. R.R. MARRET juga menolak pendapat dari E.B. TYLOR mengenai teori faham jiwa. Dia (R.R. MARRET) berpendapat bahwa kesadaran mengenai jiwa tersebut terlampau kompleks bagi pemikiran manusia yang masih berada pada tingkat-tingkat awal kehidupan di muka bumi ini.
 
5. Teori sentimen masyarakat yang dikemukakan oleh Emile Durkheim membahas bahwa manusia mengembangkan religi ini karena suatu getaran jiwa, emosi keagamaan yang timbul dalam jiwa manusia, yang timbul dalam sentimen kemasyarakatan. Sentimen kemayarakatan itu sendiri berupa suatu kompleks perasaan yang mengandung rasa terikat, rasa bakti, rasa cinta dsb. Terhadap masyarakatnya sendiri. Dari situ muncullah emosi keagamaan, dan merupakan pangkal dari terciptanya sebuah religi.
 
6. Teori firman Tuhan yang dikemukakan oleh W. SCHMIDT dan A. LANG, mereka percaya dengan adanya dewa tertinggi atau bisa disebut Tuhan yang menyampaikan pesan-pesan ajarannya melalui manusia yang hidup pada zaman tersebut. Manusia yang terpilih (the chosen one) inilah yang pada akhirnya nanti menyebarkan ajaran-ajaran Tuhan tersebut kepada semua umat manusia lainnya.
Enam buah teori diatas telah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya religi dalam ilmu antropologi, teori satu dengan yang lainnya saling bertentangan. yang patut ditanyakan sekarang adalah; mengapa tidak ada kesesuain diantara 6 teori tersebut?
 
Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat hal tersebut dikarenakan para ilmuwan pengemuka teori-teori tersebut hanya berorientasi pada satu aspek saja, padahal seperti kita tahu bahwa religi itu sebuah hal yang sangat kompleks, karena mungkin pangkal dari proses terciptanya religi tidak sama antara daerah satu dengan yang lain di muka bumi ini, jadi itu semua bersifat spekulatif saja. Sebenarnya bila bila kita telaah lebih dalam di semua suku bangsa di dunia, maka akan terlihat bahwa ada empat unsur pokok dalam religi pada umumnya, yaitu: 
 
1. Emosi kegamaan atau getaran jiwa yang menyebabkan manusia menjalankan kelakuan serta ajaran agama.
 
2. Sistem kepercayaan atau bayangan – bayangan manusia tentang bentuk dunia, alam gaib, hidup, maut dsb.
 
3. System upacara kegamaan yang betujuan mencari hubungan dengan dunia gaib berdasarkan atas system kepercayaan tersebut.
 
4. Kelompok keagamaan atau kesatuan-kesatuan sosial yang mengonsepsikan dan mengaktifkan religi beserta system upacara-upacara keagamaannya.
 
Adapun hubungan diantara empat unsur pokok religi ini adalah : emosi kegamaan adalah pangkal dan pusat dari aktivitas-aktivitas keagamaan, mulai dari individu sampai pada suatu komunitas. Dari situ muncullah system kepercayaan, dan untuk lebih mengekspresikan rasa cintanya kepada kepercayaannya itu, manusia membuat suatu upacara atau semacam ritual-ritual, dari dalam upacara itu sendiri dapat muncul emosi keagamaan. Begitu pula dengan komuniti keagamaan yang memiliki hubungan resiprositas dengan system kepercayaan, karena religi merupakan penjelmaan dari faham kolektif masing-masing individu, artinya religi tak ada artinya tanpa adanya umat yang menganutnya dan komuniti keagamaan itu sendiri membutuhkan religi sebagai tempat memola perilaku dan tempat berlindung.

2 comments:

  1. makasih informasinya gan, sangat membantu. jangan lupa kunjungi balik ya gan... hendrasasono.blogspot.com

    ReplyDelete

Powered by Blogger.